“Berharapalah selalu Lindungan-Nya kepada sang MAHA BESAR”

Manusia dan Kegelisahan

 

Manusia adalah mahluk yang lemah, lemah dari segala yang lemah, manusia yang merasa dirinya besar adalah manusia yang Sombong dan tentu di dalam diri terdapat keburukan yang ada. Sesungguhnya Kebesaran dari segala Kebesaran yang ada di Dunia dan di Akhirat hanya milik Tuhan kita Allah Jalla Wa’alla. Manusia adalah mahluk yang lemah dan kerdil. Sesungguhnya manusia itu haruslah dekat kepada sang Penciptanya yakni Allah Subhana Wata Alla, manusia yang merasa besar adalah manusia yang sombong, dan pastinya keburukan akan menimpa di Dunia maupun Akhirat, Wallahu A’lam.

Kegelisahan merupakan rasa yang timbul dari dalam diri manusia yang dikarenakan ketidak nyamanan diri dari sebuah hal yang di khawatirkan, atau ada hal yang menyangkut dalam hati yakni kekhawatiran akan hal di hari mendatang. Gelisah adalah sebuah sikap yang tidak baik yang haruslah kita buang jauh-jauh dari dalam diri kita. Kita adalah manusia yang memiliki keyakinan , manusia yang beragama.

Manusia tidaklah boleh bergelisah, kita manusia memiliki Tuhan yang Maha Besar yakni Allah Subhana Wata Alla yang sudah sepatutnya hidup dan mati kita sandarkan kepada Tuhan kita. Kegelisahan berasal dan timbul dari dalam diri kita yang disebabkan jauh-nya diri kita terhadap-Nya. Manusia butuh Allah, Allah tidaklah membutuhkan kita. Jadi janganlah kita menjadi manusia yang tercela, manusia yang sombong dan manusia yang Sekuler ! dan Liberal yang mereka-mereka itu adalah sangat Tercela.

Kita manusia tidak terlepas dari nafas agama, agama tidaklah lepas dari setiap aspek kehidupan kita. Segala sesuatunya sudah diatus oleh Agama yang Haq, maka jadilah Insan yang Beragama yang baik yang tidak memisah-misahkan masalah agama dengan dunia. Jika kita menjalani hidup ini dengan menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah, maka sungguh Amal yang kita kerjakan menjadi Amal yang terpuji. Dengan dibarengi oleh usaha-usaha keras serta doa yang benar.

Jika kita telah menyandarkan diri kita kepada Allah, kegelisahan tersebut tidaklah kan hadir dalam diri ini. Kita harus selalu memperkuat KeImanan dan KeTaqwaan kita kepada Allah, karna gelisah tidak hanya sifat manusiawi yang kita miliki ini, tetapi dipengaruhi oleh Syaitan dan sekutunya yang menjerumuskan kita untuk menjauhkan kita dari Allah. Gelisahlah dengan sewajarnya dengan gelisah yang tidak menyebabkan diri kita menjadi Munkar kepada Allah. Maka selalu kita menyandarkan dan berharap kepada Allah agar hati ini tenang dan Harapan-harapan kita tercapai. “Semoga Bermanfaat :-) “.